JIKA ANDA INGIN MELIHAT LEBIH LENGKAP ANDA HARUS MENUNJUNGI BLIG INI....

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 06 Oktober 2013

Jenis-Jenis metode mengajar guru


gambar metode demonstrasi

Di dalam melaksanakan tugas sehari-hari tentu saja seorang guru selalu ingin agar berhasil dalam mengajar. Semua ilmu, pengetahuan, kecakapan dan keterampilan yang diajarkan kepada siswa diharapkan dapat diterima, dicamkan, diingat dan diproduksikan oleh siswa. Guru selalu mengharapkan agar segala sesuatu yang diajarkan akan menjadi milik siswa. Namun bukanlah pekerjaan mudah bagi seorang guru untuk mencapai atau memperoleh hasil seperti apa yang diharapkan. Mengajarkan suatu bahan pelajaran dengan baik, guru dituntut suatu usaha untuk melakukan pengorganisasian yang matang dari semua komponen dalam suatu situasi mengajar. Komponen-komponen itu antara lain: metode, tujuan, perlengkapan pelajaran dan evaluasi. Dalam sseluruh kegiatan belajar mengajar komponen metode memegang peranan yang penting, sebab tanpa metode mengajar yang tepat maka seluruh proses dan hasil belajar tidak akan berhasil.



Sebelum mengemukakan pengertian metode mengajar, dibawah ini akan dikemukakan pengertian dari metode.



Metode (method) secara harfiah berasal dari dua perkataan, yaitu meta berarti "melalui" dan hodos berarti "jalan" atau "cara". Metode berarti cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan. Dalam pemakaian yang umum metode diartikan sebagai cara melakukan sesuatu kegiatan atau cara melakukan pekerjaan dengan menggunakan fakta dan konsep-konsep secara sistematis.



Menurut arti kata Metode atau Metodologi berasal dari kata Metodos yang berarti jalan yang ditempuh  atau cara dan Logos berarti ilmu (Djajadisastra, 1985:12). Pendapat yang dikemukakan tersebut, dapat dijelaskan bahwa metode adalah ilmu yang mempelajari bagaimana cara atau jalan yang ditempuh untuk mencapai tujuan. Sedangkan Winarno Surachman (dalam Wiryawan, 1992:3), metode adalah cara yang didalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan. Pendapat diatas menunjukkan bahwa metode bukanlah suatu tujuan, melainkan cara untuk mencapai suatu tujuan karena berhasil tidaknya tujuan yang akan dicapai bergantung pada penggunaan metode yang tepat.



Tujuan belajar dari siswa adalah ingin mendapatkan atau menguasai pengetahuan yang diberikan oleh guru. Namun untuk mencapai tujuan tersebut harus mempunyai cara atau metode dalam mengajar, sebab tanpa metode atau cara dalam mengajar, kemungkinan besar tujuan yang diharapkan tidak akan tercapai. Sebab didalam situasi mengajar, guru harus benar-benar memperhatikan metode mengajar yang akan dipergunakan.



Tanpa metode mengajar yang tepat, proses belajar mengajar tidak akan berhasil. Untuk itu seorang guru harus menguasai berbagai metode mengajar agar supaya motif dan gairah belajar dari siswa selalu dapat dibangkitkan, dipupuk dan dikembangkan.




Dari pengertian tersebut diatas, dapat dikemukakan pengertian metode mengajar yang dikemukakan para ahli. Menurut Hasibuan (1990:3), metode mengajar adalah alat yang dapat merupakan bagian dari perangkat alat dan cara dalam pelaksanaan suatu strategi belajar mengajar.

Pendapat tersebut diatas mengemukakan bahwa metode mengajar adalah alat dan cara yang digunakan dalam pelaksanaan proses balajar mengajar yang digunakan sebagai strategi untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Selain metode mengajar, ada juga ahli lain yang mengemukakan istilah Metodologi pengajaran yaitu suatu ilmu mengenai prinsip-prinsip atau prosedur (cara) mengajar.


Dari pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa Metode Mengajar atau metodologi mengajar adalah alat dan cara yang digunakan oleh seorang guru untuk menyampaikan materi yang akan disajikan kepada siswa sehingga pengetahuan tentang metode mengajar sangat penting dalam suatu proses belajar mengajar untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan.

Adapun jenis metode mengajar yang digunakan guru dalam proses belajar, menurut Djajadisastra (1981:15) sebagai berikut:



1. Metode Ceramah.



2. Metode Tanya jawab.



3. Metode Diskusi.



4. Metode Tugas.



5. Metode Latihan.



6. Metode Buku Pelajaran.



7. Metode Bercerita.



8. Metode Demonstrasi.



9. Metode Eksperimen.



10. Metode Pemecahan Masalah.



11. Metode Berperan atau Sosiodrama.



12. Metode Kerja Kelompok.



13. Metode Proyek.



14. Metode Mengajar Berprograma.



15. Metode Karya Wisata.



16. Metode Berkemah.



17. Metode Mengajar Beregu.



18. Metode Survei Desa.



Dari semua metode mengajar yang telah dikemukakan diatas dapat dikatakan bahwa dalam proses balajar mengajar terdapat banyak metode mengajar, sehingga memungkinkan guru memilih metode mengajar yang sesuai dengan bahan pelajaran yang akan disajikan. Berhasil tidaknya tujuan yang akan dicapai sangat tergantung pada penggunaan metode yang tepat. Jadi untuk menunjang suatu proses balajar mengajar diperlukan penguasaan jenis-jenis metode mengajar oleh seorang guru untuk mencapai hasil yang diinginkan.



Dalam proses belajar mengajar, sebaiknya guru jangan hanya menggunakan satu macam metode mengajar saja untuk menyajikan bahan pelajaran kepada siswa, tetapi harus menggunakan lebih dari satu macam metode mengajar. Tentunya guru harus mampu menggunakan berbagai metode mengajar yang sesuai dengan bahan pelajaran yang akan disajikan untuk mencapai tujuan yang diinginkan, juga menghindari kebosanan siswa dalam menerima pelajaran




©Tetap Belajar

metode Demonstrasi dalam proses belajar




gambar metode ceramah



Sebagaimana yang telah dikemukakan diatas, bahwa metode mengajar itu terdiri dari berbagai jenis diantaranya adalah Metode Demonstrasi.



Menurut Muhibbin Syah (1995: 208) Metode Pembelajaran Demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan dan urutan melakukan kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.



Sedangkan menurut Aminuddin Rasyad (2002: 8) metode demonstrasi adalah cara pembelajaran dengan memperagakan, mempertunjukkan atau memperlihatkan sesuatu di hadapan murid di kelas atau di luar kelas.



Menurut Zakiah Darajat metode demonstrasi adalah metode mengajar yang menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu kepada anak didik. Memperjelas pengertian tersebut dalam prakteknya dapat dilakukan oleh guru itu sendiri atau langsung oleh anak didik. Dengan metode demonstrasi guru atau murid memperlihatkan pada seluruh anggota kelas atau proses. Sebaliknya dalam mendemonstrasikan pelajaran tersebut, guru lebih dahulu mendemonstrasikan yang sebaik-baiknya, lalu murid ikut mempraktekkan sesuai dengan petunjuk.



Sedangkan menurut Wina Sanjaya, metode demonstrasi dalah metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan. Sebagai metode penyajian, demonstrasi tidak lepas dari penjelasan secara lisan oleh guru. Walaupun dalam proses demonstrasi peran siswa hanya sekedar memperhatikan, akan tetapi demonstrasi dapat menyajikan bahan pelajaran lebih kongkret.



Demonstrasi adalah cara pengelolaan pembelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, benda, atau cara kerja suatu produk teknologi yang sedang dipelajari. Demontrasi dapat dilakukan dengan menunjukkan benda baik yang sebenarnya, model, maupun tiruannya dan disertai dengan penjelasan lisan.



Metode demonstrasi menurut Bahri & Zain (2006: 91) memiliki kelebihan dalam proses pembelajaran yaitu, dapat membuat pengajaran menjadi lebih jelas dan lebih kongkret, sehingga menghindari verbalisme (pemahaman secara kata-kata atau kalimat), Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari, Proses pengajaran lebih menarik, Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dan kenyataan, dan coba untuk melakukannya sendiri.



Dalam demonstrasi diharapkan setiap langkah pembelajaran dari hal-hal yang didemonstrasikan itu dapat dilihat dengan mudah oleh murid dan melalui prosedur yang benar dapat pula dimengerti materi yang disajikan. Demonstrasi akan menjadi aktif jika dilakukan dengan baik oleh guru dan selanjutnya dilakukan oleh siswa. Metode ini dapat dilakukan untuk kegiatan yang alatnya terbatas tetapi akan dilakukan terus-menerus dan berulang-ulang oleh siswa. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa melalui metode demonstrasi guru memperlihatkan suatu proses, peristiwa atau cara kerja suatu alat kepada peserta didik, demonstrasi dapat dilakukan dengan berbagaia cara, dari yang sekedar memberikan pengetahuan yang sudah bisa diterima begitu saja oleh peserta didik, sampai pada cara agar peserta didik dapat memecahkan suatu masalah.



Sanjaya (2006), dan Sumantri dan Permana (1998/1999) mengemukakan bahwa demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan pada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain yang ahli dalam topik bahasan yang harus didemonstrasikan.



Metode Demonstrasi biasanya berkenaan dengan tindakan-tindakan atau prosedur yang dilakukan misalnya : proses mengerjakan sesuatu, proses menggunakan sesuatu, membandingkan suatu cara dengan cara lain, atau untuk mengetahui/melihat kebenaran sesuatu.



a. Karakteristik Metode Demonstrasi : 



1) Mempertunjukkan objek yang sebenarnya



2) Ada proses peniruan



3) Alat – alat bantu yang digunakan



4) Memerlukan tempat yang strategis yang memungkinkan seluruh siswa aktif



5) Dapat guru atau siswa yang melakukannya



6) Mengamati sesuatu pada objek yang sebenarnya



7) Berpikir sistematis



8) Pemahaman terhadap proses sesuatu



9) Menerapkan sesuatu cara secara paksa



10) Menganalisa kegiatan secara proses.





b. Tujuan melaksanakan Metode Demontrasi:



1) Mengajarkan suatu proses atau prosedur yang harus dikuasai oleh siswa.



2) Mengkongkritkan informasi atau penjelasan kepada siswa.



3) Mengembangkan kemampuan pengamatan kepada para siswa secara bersama-sama.







c. Alasan Penggunaan Metode Demonstrasi:



1) Tidak semua topik dapat dijelaskan secara gamblang dan konkrit melalui penjelasan atau diskusi.



2) Karena tujuan dan sifat materi pelajaran yang menuntut dilakukan peragaan berupa demonstrasi.



3) Tipe belajar siswa yang berbeda-beda, ada yang kuat visual, tetapi lemah dalam auditif dan motorik, ataupun sebaliknya.



4) Memudahkan mengajarkan suatu proses atau cara kerja.



5) Sesuai dengan langkah perkembangan kognitif siswa yang masih dalam fase operasional konkrit.



d. Kelebihan Metode Demonstrasi:



1) Pelajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkrit sehingga tidak terjadi verbalisme.



2) Siswa akan lebih mudah memahami materi pelajaran yang didemontrasikan itu.



3) Proses pembelajaran akan sangat menarik, sebab siswa tak hanya mendengar tetapi juga melihat peristiwa yang terjadi.



4) Siswa akan lebih aktif mengamati dan tertarik untuk mencobanya sendiri.



5) Menyajikan materi yang tidak bisa disajikan oleh metode lain.





e. Kekurangan Metode Demonstrasi:



1) Tidak semua guru dapat melakukan demonstrasi dengan baik.



2) Terbatasnya sumber belajar, alat pelajaran, media pembelajaran, situasi yang sering tidak mudah diatur dan terbatasnya waktu.



3) Demonstrasi memerlukan waktu yang lebih banyak dibanding dengan metode ceramah dan tanya jawab.



4) Metode demonstrasi memerlukan persiapan dan perancangan yang matang.







f. Cara Mengatasi Keterbatasan Metode Demonstrasi:



1) Guru harus terampil melakukan demonstrasi.



2) Melengkapi sumber, alat dan media pembelajaran yang diperlukan untuk demonstrasi.



3) Mengatur waktu sebaik mungkin.



4) Membuat rancangan dan persiapan demonstrasi sebaik mungkin.





g. Langkah-langkah dalam Metode Pembelajaran Demonstrasi



Menurut Hasibuan dan Mujiono (1993: 31) langkah-langkah metode Pembelajaran  demonstrasi adalah sebagai berikut:



1) Merumuskan dengan jelas kecakapan dan atau keterampilan apa yang diharapkan dicapai oleh siswa sesudah demonstrasi itu dilakukan.



2) Mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh, apakah metode itu wajar dipergunakan, dan apakah ia merupakan metode yang paling efektif untuk mencapai tujuan yang dirumuskan.



3) Alat-alat yang diperlukan untuk demonstrasi itu bisa didapat dengan mudah, dan sudah dicoba terlebih dahulu supaya waktu diadakan demonstrasi tidak gagal.



4) Jumlah siswa memungkinkan untuk diadakan demonstrasi dengan jelas.



5) Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah yang akan  dilaksanakan, sebaiknya sebelum demonstrasi dilakukan, sudah dicoba terlebih dahulu supaya tidak gagal pada waktunya.



6) Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan, apakah tersedia waktu untuk memberi kesempatan kepada siswa mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan komentar selama dan sesudah demonstrasi.



7) Selama demonstrasi berlangsung, hal-hal yang harus diperhatikan:



• Keterangan-keterangan dapat didengar dengan jelas oleh siswa.



• Alat-alat telah ditempatkan pada posisi yang baik, sehingga setiap siswa dapat melihat dengan jelas.



• Telah disarankan kepada siswa untuk membuat catatan-catatan seperlunya.



8) Menetapkan rencana untuk menilai kemajuan siswa. Sering perlu diadakan diskusi sesudah demonstrasi berlangsung atau siswa     mencoba melakukan demonstrasi.



h. Kegiatan Pelaksanaan Metode Demonstrasi



1) Kegiatan Pembukaan



- Aturlah tempat duduk yang memungkinkan setiap siswa dapat memperhatikan apa yang didemonstrasikan guru.



- Tanyakan pelajaran sebelumnya.



- Timbulkan motivasi siswa dengan mengemukakan anekdot atau kasus di masyarakat yang ada kaitannya dengan pelajaran yang akan dibahas.



- Kemukakan tujuan apa yang harus dicapai oleh siswa dan juga tugas-tugas apa yang harus dilakukan disamping dalam demonstrasi nanti.



2) Kegiatan Inti Pembelajaran



- Mulailah melakukan demonstrasi sesuai yang telah direncanakan dan dipersiapkan oleh guru.



- Pusatkan perhatian siswa kepada hal-hal penting yang harus dikuasai dari demonstrasi yang dilakukan oleh guru sehingga semua siswa mengikuti jalannya demonstrasi dengan sebaik- baiknya.



- Ciptakan suasana kondusif dan hindari suasana yang menegangkan.



- Berikan kesempatan kepada siswa untuk aktif dan kritis mengikuti proses demonstrasi termasuk memberi kesempatan bertanya dan komentar-komentar.



3) Kegiatan Mengakhiri Pembelajaran



- Meminta siswa merangkum atau menyimpulkan pokok-pokok atau langkah- langkah kegiatan demonstrasi.



- Memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya mengenai hal-hal yang belum dipahami.



- Melakukan evaluasi, baik evaluasi hasil belajar maupun evaluasi bersama tentang jalannya proses demonstrasi.



- Tindak lanjut baik berupa tugas-tugas berikutnya maupun tugas-tugas untuk mendalami materi yang baru diajarkan.







©tetap belajar

Metode Ceramah dalam Pembelajaran

Metode adalah cara yang fungsinya sebagai alat untuk mencapai tujuan. Makin baik metode itu, makin efektif pula pencapaian tujuan.



Dengan demikian tujuan merupakan faktor utama dalam menetapkan baik tidaknya penggunaan suatu metode.



Dalam hal metode mengajar, selain faktor tujuan, murid, situasi, fasilitas dan faktor guru turut menentukan efektif tidaknya penggunaan suatu metode. Karenanya metode mengajar itu banyak sekali dan sulit menggolong-golongkannya. Lebih sulit lagi menetapkan metode mana yang memiliki efektifitas paling tinggi. Sebab metode yang “kurang baik” di tangan seorang guru dapat menjadi metode yang “baik sekali” di tangan guru yang lain dan metode yang baik akan gagal di tangan guru yang tidak menguasai teknik pelaksanaannya.



Namun demikian, ada sifat-sifat umum yang terdapat pada metode yang satu tidak terdapat pada metode yang lain. Dengan mencari ciri-ciri umum itu, menjadi mungkinlah untuk mengenali berbagai macam metode yang lazim dan praktis untuk dilaksanakan dalam proses belajar mengajar.



            Metode ceramah merupakan metode yang selalu digunakan oleh guru dalam pembelajaran,seperti dalam pemberian informasi, bimbingan dan penjelasan meskipun sedikit karena dengan komunikasi langsung akan membangun interaksi guru dengan murid.




   A. Pengertian metode ceramah


Metode ceramah adalah suatu cara mengajar atau penyajian materi melalui penuturan dan penerapan lisan oleh guru kepada siswa.



Agar siswa efektif dalam proses belajar mengajar yang menggunakan metode ceramah, maka siswa perlu dilatih mengembangkan keterampilan berpikir untuk memahami suatu proses dengan cara mengajukan pertanyaan, memberikan tanggapan dan mencatat penalarannya secara sistematis.



Jadi dapat dipahami metode ceramah merupakan sebuah bentuk interaksi belajar-mengajar yang dilakukan melalui penjelasan dan penuturan secara lisan oleh guru terhadap sekelompok peserta didik. Dan guru akan menjadi pusat/titik tumpuan keberhasilan metode ceramah.




   B. Kelebihan metode ceramah dalam pembelajaran



  • Guru mudah menguasai kelas.

  • Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang besar.

  • Mudah mempersiapkan dan melaksanakannya.

  • Guru mudah menerangkan pelajaran dengan baik.

  • Mudah mengorganisasikan tempat duduk / kelas.

  • Lebih ekonomis dalam hal waktu.

  • Memberi kesempatan pada guru untuk menggunakan pengalaman, pengetahuan dan kearifan.

  • Dapat menggunakan bahan pelajaran yang luas

  • Jika digunakan dengan tepat maka akan dapat menstimulasikan dan meningkatkan keinginan  belajar siswa dalam bidang akademik.

  • Membantu siswa untuk mendengar secara akurat, kritis, dan penuh perhatian.

  • Dapat menguatkan bacaan dan belajar siswa dari beberapa sumber lain.



   C. Kelemahan metode ceramah dalam pembelajaran



  • Tidak meransang siswa untuk membaca

  • Feed back relatif rendah

  • Mahasiswa tidak aktif

  • Informasi hanya satu arah

  • Membosankan

  • Menggurui dan melelahkan

  • Kurang terkendali baik waktu maupun materi

  • Kurang melekat pada ingatan siswa

  • Tidak mengedepankan kreativitas siswa

  • Materi monoton



D.  Cara meningkatkan metode ceramah dalam pembelajaran



  • Tujuan pembicaraan (ceramah) harus dirumuskan dengan jelas

  • Setelah menetapkan tujuan, harus diteliti apakah metode ceramah merupakan metode yang sudah tepat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.

  • Menanamkan pengertian yang jelas. Hal ini dapat dilaksanakan dengan berbagai cara. Salah satu diantaranya adalah guru memulai pembicaraandengan suatu ikhtisar atau ringkasan tentang pokok-pokok yang akan diuraikan, kemudian bagian dari pokok bahasan yang merupakan inti, dan akhirnya menyimpulkan bagian atau pokok-pokok

  • Merangsang perhatian siswa dengan menunjukkan penggunaannya


Dari pembahasan ini dapat disimpulkan bahwa :



Metode ceramah adalah metode yang selalu digunakan dan divariasikan dengan metode lain.penyampaiannya dilakukan dengan cara lisan sehingga menggambarkan adanya interaksi siswa.



Kunci sukses dalam menggunakan metode ini tergantung padu guru bagaimana ia menerapkan dan mengendalikannya dalam pembelajaran, jika terlalu banyak menggunakan metode ceramah atau metode ini tidak divariasikan maka akan menimbulkan kebosannan siswa dalam mengikuti pelajaran






Konsep-Konsep Pada Analisa Data

Dalam Proses Analisa Data ada dua tahapan yaitu secara mekanisme dan substantif

Konsep analisa data secara mekanisme



Berikut ini proses Konsep analisa data secara mekanisme :






  1. Perubahan angka dan catatan hasil pengumpulan data menjadi informasi yang lebih mudah dipahami

  2. Penggunaan alat analisis yang bermanfaat untuk membuktikan hipotesis ataupun pendeskripsian variabel riset secara benar, buka kebetulan saja

  3. Pengintegrasian berbagai informasi dalam kerangka yang lebih luas, atau inferensi ke populasi, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul




Sedangkan proses-proses konsep analisa data secara Substantif adalah sebagai berikut :




  1. Membandingkan dan mengetes teori atau konsep dengan informasi yang ditemukan

  2. Mencari dan menemukan konsep baru dari data yang dikumpulkan

  3. Mencari penjelasan apakah konsep baru itu berlaku umum, atau baru terjadi bila ada prakondisi tertentu (variabel antara) ©Tetap-Belajar







Sumber: Husein Umar (2004), Metode Riset Ilmu Administrasi,


Pt Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Perkembangan metode penelitian

Perkembangan pada metode penelitian adalah sebagai berikut:


  1. Trial dan error

  2. Problematic tidak dibatasi dengan jelas

  3. Tata kerja dan cara-cara pemecahan masih dicari sambil berjalan

  4. Observasi yang dilakukan sederhana & kualitatif

  5. Mencoba dan mencoba lagi

  6. Authority dan tradition

  7. Pendapat-pendapat pimpinan selalu dikutip dan dijadikan doktrin yang harus diikuti

  8. Tradisi dalam kehidupan manusia memegang peranan penting

  9. Speculation dan argument

  10. Orang terlalu mendewakan akal dan ketangkasan lidah, kebenaran dapat dicapai dengan akal (pikir) dan ucapan.

  11. Hypothesis dan eksperimen

  12. Orang menggunakan ketajaman pikiran untuk membuat dugaan-dugaan, mengumpulkan fakta-fakta, dan menarik kesimpulan-kesimpulan umum.

  13. Analisa dilakukan dengan hati-hati, cermat & tajam terhadap fakta-fakta yang diperoleh dari eksperimentasi, dokumen-dokumen sejarah, observasi, dsb.




©Tetap Belajar

Jenis Hipotesis pada metode penelitian

Hipotesis adalah jawaban sementara yang bersifat dugaan yang memerlukan pengujian dan bukan pembuktian.

Hipotesis terdiri dari dua jenis yaitu :


  1. Hipotesis nol (Hipotesis Nihil)

    Hipotesis nol adalah hipotesis yang selalu menunjukkan kata tidak ada perbedaan , tidak ada hubungan , tidak ada pengaruh dll.
    Hipotesis ini dirumuskan sebagai berikut: H0 : U1 = U2 . 

  2. Hipotesis Alternatif

    Hipotesis Alternatif adalah hipotesis yang menyatakan ada hubungan, ada perbedaan, ada korelasi dll. Hipotesis ini dirumuskan sebagai berikut:



    H1 : U1> U2, atau H1 : U1 < U2. 



©tetap belajar

Pengertian metode dan metodologi Penelitian

Metodologi Penelitian Berasal dari kata



• Metode artinya cara yang tepat untuk melakukan sesuatu



• Logos artinya ilmu atau pengetahuan



Jadi Metodologi adalah cara melakukan sesuatu dgn menggunakan pikiran secara seksama utk mencapai suatu tujuan. sedangkan Penelitian adalah suatu kegiatan utk mencari, mencatat, merumuskan & menganalisis sampai menyusun laporannya, terhadap suatu permasalahan.



Pengertian Metodologi Penelitian Menurut para Ahli


  1. Pengertian metodologi penelitian menurut David. H. Peny yaitu Metodologi Penelitian adalah Pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.

  2. Pengertian metodologi penelitian menurut J. Suprapto MA yaitu Metodologi Penelitian adalah Penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prisnsip dengan sabar, hati-hati serta sistematis.

  3. Pengertian metodologi penelitian menurut Sutrisno Hadi MA yaitu Metodologi Penelitian adalah Usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.




Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut bisa disimpulkan bahwa

pengertian metodologi Penelitian adalah Suatu cabang ilmu pengetahuan yang membicarakan / mempersoalkan mengenai cara-cara melaksanakan penelitian (yaitu meliputi kegiatan-kegiatan mencari, mencatat, merumuskan, menganalisis sampai menyusun laporannya) berdasarkan fakta-fakta atau gejala-gejalah secara ilmiah. Atau bisa dikatakan Metodologi Penelitian adalah Ilmu yg mempelajari cara-cara melakukan pengamatan dengan pemikiran yang tepat secara terpadu melalui tahapan-tahapan yang disusun secara ilmiah untuk mencari, menyusun serta menganalisis dan menyimpulkan data-data, sehingga dapat digunakan untuk menemukan, mengembangkan dab menguji kebenaran suatu pengetahuan berdasarkan bimbingan Tuhan. Berikut ada banyak artikel yang terkait dengan metodologi dan metode penelitian.©tetap belajar
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com