JIKA ANDA INGIN MELIHAT LEBIH LENGKAP ANDA HARUS MENUNJUNGI BLIG INI....

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 20 Oktober 2013

Pengembangan Karakter Bangsa Pada Pendidikan Karakter

Yang diharapkan adalah bangsa Indonesia yang memiliki SDM-cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, Pancasilais, rela berkoban, memiliki kemampuan untuk dapat mampu menjaga :


  1. Ketahanan bangsa yang diperlukan menghadapi ancaman Nasional di Era Globalisasi

  2. Kualitas SDM (Agamis-Nasionalis) yang dibutuhkan NKRI yang sedang mengalami “perkembangan” peradaban dan memiliki jatidiri dan moral religius tangguh

  3. Kebersamaan, menjunjung tinggi azas keadilan & kesetaraan, memegang komitmen, konsisten penuh tanggung jawab

  4. Mengutamakan kepentingan nusa dan bangsa, berpandangan luas ke depan dan peka terhadap kondisi dan situasi dengan menghargai waktu, bijaksana dan santun dalam bertindak serta keterbukaan yang berkepribadian (1) .


Yang kita saksikan sehari hari misalnya, siaran-siaran televisi kita pelit dengan acara yang mendorong produktivitas, kreativitas dan inovasi.

Di Indonesia televisi selalu menayangkan “belilah dan makanlah”. Sebaliknya di Korea televisi mengajarkan cara menanam pohon yang baik, jadi mengajarkan untuk lebih produktif. Hampir tak ada di televisi kita yang mendidik dan memberi penerangan tentang mengolah bumi, air dan kekayaan alam dalam paket-paket serial, bagaimana mengajari masyarakat pemirsa untuk memelihara, tidak mencemari dan merusak tanah air kita. Sebenarnya kepada televisi kita ditaruh harapan bangsa ini untuk berperan sebagai “agent of modernization, agent of expansion of people's capability and creativity“. Dengan kata lain, di samping sebagai hiburan dan sumber pemberitaan umum, kepada televisi diharap berperan sebagai “, agent of enlightenment and empowerment “ bagi bangsa ini ke arah terbentuknya budaya entrepreneurial, yaitu bekerja keras, beretos kerja produktif untuk mengawali suatu transformasi budaya ke arah kedepan dan kemajuan (7) .

Kondisi bangsa kita memang “sedang sakit”, banyak pemberitaan yang tidak seimbang, banyak berita terkait kejadian yang saling menghujat, membuka aib, saling menyalahkan, adanya tawuran, merebaknya Korupsi Kolusi Nepotisme, saling menyakiti, saling mencurigai dan lain-lain “dekadensi moral” telah merebak ke berbagai strata masyarakat. Oleh karena itu moral bangsa kita perlu ditata kembali, agar menuju ke arah “bangsa yang berbudaya” (8) .

Di Perguruan Tinggi, Pendidikan S-2, apalagi S-3 di Indonesia, khusus-nya bidang ilmu-ilmu sosial , dengan kurikulum dan silabus jauh dari tuntutan kemutahiran dan kecanggihan, tidak jarang silabusnya hanyalah sekadar pernak-pernik ceramah tamu, serba sederhana dengan para dosen penceramahnya yang kurang memiliki kompetensi intelektual yang patut dibanggakan. Namun mereka mudah berani melahirkan lulusan-lulusan penyandang mediokritas akademis-ilmiah. Bangsa dilumpuhkan oleh Kurikulum pendidikan,  dimana para siswa secara tidak langsung diarahkan untuk mempelajari mata pelajaran tertentu (matematika, bhs inggris, IPA) sehingga pengetahuannya tentang bangsa sendiri (geografis, sosial, budaya,sejarah) sangat minim. Nasionalisme dilumpuhkan dan dibuang, demi terciptanya “Negara tanpa Batas” yang fiktif. Krisis ekonomi sekarang ini terjadi juga krn adanya krisis budaya yg tidak mampu menggerakkan bangsa ini untuk menjadi bangsa yg mandiri. Oleh karena itu perlunya disusun strategi budaya untuk mengatasi masalah sosial kultural bangsa Indonesia. Masalah SDM sebagai kunci dari keberhasilan pembangunan perlu ditumbuhkan SDM yang beretos kerja ”virtue” berkarya terbaik dengan kerjakeras, disiplin, mandiri, kreatif, inovatif, berkeimanan yang tinggi dan nasionalis (9) .


Adapaun ciri-ciri negatif penghambat kemajuan karakter bangsa dari segi kajian ekonomis adalah antara lain :


    SDM masih malas, senang menikmati libur-libur panjang, manusia yang malas bukan lagi merupakan mitos tetapi sudah menjadi kenyataan

    • Bangsa masih tetap “boros”, contoh konkrit : Masyarakat banyak yang terkena Syndrome kemiskinan karena terlalu lama menderita, akibatnya sering berhutang untuk menutupi kebutuhannya. Change and Progress itu yang sebenarnya kita butuhkan

    • Bangsa Kuli yang mudah tunduk pada bangsa lain. Pada masa orde baru, presiden Suharto diteror oleh para ekonom yang menghendaki dibukanya pasar bebas (paham liberalisme).Yang membuka kesempatan bagi para investor asing untuk mengembangkan seluas2-nya bisnis di Indonesia. Efek negatif yang muncul bangsa kita semakin tertindas secara ekonomis oleh bangsa lain



Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penegakan Hukum


PENEGAKAN HUKUM


Hukum






Secara konsepsional, maka inti dan arti penegakan hukum terletak pada kegiatan menyerasikan hubungan nilai-nilai yang terjabarkan di dalam kaidah-kaidah yang mantap dan mengejawantah dan sikap tindak

sebagai rangkaian penjabaran nilai tahap akhir, untuk menciptakan, memelihara, dan mempertahankan kedamaian pergaulan hidup.

Pokok penegakan hukum sebenarnya terletak pada faktor-faktor yang mungkin mempengaruhinya.

Faktor-faktor tersebut mempunyai arti yang netral, sehingga dampak positif atau negatifnya terletak pada isi faktor-faktor tersebut.

Faktor-faktor tersebut adalah, sebagai berikut:

Faktor hukumnya sendiri, dalam hal ini dibatasi pada undang-undang saja.


  1. Faktor penegak hukum, yakni pihak-pihak yang membentuk maupun menerapkan hukum.

  2. Faktor sarana atau fasilitas yang mendukung penegakan hukum.

  3. Faktor masyarakat, yakni lingkungan dimana hukum tersebut berlaku atau diterapkan.

  4. Faktor kebudayaan, yakni sebagai hasil karya, cipta, dan rasa yang didasarkan pada karsa manusia di dalam pergaulan hidup.


Kelima faktor tersebut saling berkaitan dengan eratnya, oleh karena merupakan esensi dari penegakan hukum, juga merupakan tolak ukur daripada efektivitas penegakan hukum. Dengan demikian, maka kelima faktor tersebut akan dibahas lebih lanjut dengan mengetengahkan contoh-contoh yang diambil dari kehidupan masyarakat Indonesia.


1. Undang-undang


Undang-undang dalam arti material adalah peraturan tertulis yang berlaku umum dan dibuat oleh Penguasa Pusat maupun Daerah yang sah (Purbacaraka & Soerjono Soekanto, 1979).Mengenai berlakunya undang-undang tersebut, terdapat beberapa asas yang tujuannya adalah agar undang-undang tersebut mempunyai dampak yang positif. Asas-asas tersebut antara lain (Purbacaraka & Soerjono Soekanto, 1979):


  • Undang-undang tidak berlaku surut.

  • Undang-undang yng dibuat oleh penguasa yang lebih tinggi,

  • mempunyai kedudukan yang lebih tinggi pula.

  • Undang-undang yang bersifat khusus menyampingkan undang-undang yang bersifat umum, apabila pembuatnya sama.

  • Undang-undang yang berlaku belakangan, membatalkan undang-undang yan berlaku terdahulu.

  • Undang-undang tidak dapat diganggu guat.

  • Undang-undang merupakan suatu sarana untuk mencapai kesejahteraan spiritual dan materiel bagi masyarakat maupun pribadi, melalui pelestaian ataupun pembaharuan (inovasi).



2. Penegak Hukum


Penegak hukum merupakan golongan panutan dalam masyarakat, yang hendaknya mempunyai kemampuan-kemampuan tertentu sesuai dengan aspirasi masyarakat.

Mereka harus dapat berkomunikasi dan mendapat pengertian dari golongan sasaran, disamping mampu menjalankan atau membawakan peranan yang dapat diterima oleh mereka.

Ada beberapa halangan yang mungkin dijumpai pada penerapan peranan yang seharusnya dari golngan sasaran atau penegak hukum, Halangan-halangan tersebut, adalah:


  • Keterbatasan kemampuan untuk menempatkan diri dalam peranan pihak lain dengan siapa dia berinteraksi.

  • Tingkat aspirasi yang relatif belum tinggi.

  • Kegairahan yang sangat terbatas untuk memikirkan masa depan, sehingga sulit sekali untuk membuat proyeksi.

  • Belum ada kemampuan untuk menunda pemuasan suatu kebutuhan tertentu, terutama kebutuhan material.

  • Kurangnya daya inovatif yang sebenarnya merupakan pasangan konservatisme.


Halangan-halangan tersebut dapat diatasi dengan membiasakan diri dengan sikap-sikap, sebagai berikut:


  • Sikap yang terbuka terhadap pengalaman maupun penemuan baru.

  • Senantiasa siap untuk menerima perubahan setelah menilai kekurangan yang ada pada saat itu.

  • Peka terhadap masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya.

  • Senantiasa mempunyai informasi yang selengkap mungkin mengenai pendiriannya.

  • Orientasi ke masa kini dan masa depan yang sebenarnya merupakan suatu urutan.

  • Menyadari akan potensi yang ada dalam dirinya.

  • Berpegang pada suatu perencanaan dan tidak pasrah pada nasib.

  • Percaya pada kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi di dalam meningkatkan kesejahteraan umat manusia.

  • Menyadari dan menghormati hak, kewajiban, maupun kehormatan diri sendiri dan ihak lain.

  • Berpegang teguh pada keputusan-keputusan yang diambil atas dasar penalaran dan perhitingan yang mantap.



3. Faktor Sarana atau Fasilitas


Tanpa adanya sarana atau fasilitas tertentu, maka tidak mungkin penegakan hukum akan berjalan dengan lancar. Sarana atau fasilitas tersebut antara lain, mencakup tenaga manusia yang berpendidikan dan trampil, organisasi yang baik, peralatan yang memadai, keuangan yang cukup, dan seterusnya.

Sarana atau fasilitas mempunyai peran yang sangat penting dalam penegakan hukum. Tanpa adanya sarana atau fasilitas tersebut, tidak akan mungkin penegak hukum menyerasikan peranan yang seharusnya dengan peranan yang aktual. Khususnya untuk sarana atau fasilitas tesebut, sebaiknya dianut jalan pikiran, sebagai berikut :


  • Yang tidak ada-diadakan yang baru betul.

  • Yang rusak atau salah-diperbaiki atau dibetulkan.

  • Yang kurang-ditambah.

  • Yang macet-dilancarkan.

  • Yang mundur atau merosot-dimajukan atau ditingkatkan.

  • Faktor Masyarakat


Penegakan hukum berasal dari masyarakat, dan bertujuan untuk mencapai kedamaian dalam masyarakat. Oleh karena itu, dipandang dari sudut tertentu, maka masyarakat dapat mempengaruhi penegakan hukum tersebut.Masyarakat Indonesia mempunyai kecendrungan yang besar untuk mengartikan hukum dan bahkan mengidentifikasikannya dengan petugas (dalam hal ini penegak hukum sebagai pribadi). Salah satu akibatnya adalah, bahwa baik buruknya hukum senantiasa dikaitkan dengan pola prilaku penegak hukum tersebut.


4. Faktor Kebudayaan


Kebudayaan(system) hukum pada dasarnya mencakup nilai-nilai yang mendasari hukum yang berlaku, nilai-nilai yang merupakan konsepsi abstrak mengenai apa yang dianggap baik (sehingga dianuti) dan apa yang dianggap buruk (sehingga dihindari). Pasanagn nilai yang berperan dalam hukum.

Rabu, 16 Oktober 2013

Sejarah Perkembangan Ilmu Ekonomi


Bidang Ekonomi sebenarnya telah dilakukan yaitu sejak
masa Aristototeles (350 SM).


Bidang Ekonomi terbentuk sebagai salah satu bidang Ilmu
pengetahuan setelah tahun 1776 dimana waktu itu diterbitkannya sebuah buku oleh
Adam Smith yang berjudul “An Inquiry into the Nature and Causes of the wealth
of the Nation
”


atau sering disingkat dengan “the wealth of of tehe Nation dalam
bahasa Indonesiannya Negara kesejahteraan. Adam smith mencita-citakan suatu
negara yang mampu mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakatnya. Menurut Adam
smith kesejahteraan dapat dicapai dengan tanpa campur tangan (intervensi).
Menurutnya, kesejahteraan dapat dicapai dengan tanpa campur tangan pemerintah
dan alokasi sumber daya yang ada diserahkan pada mekanisme pasar. Ahli-ahli
Ekonomi yang menganut pandangan Adam Smith dikenal dengan Kelompok Klasik.
Tradisi dari kaum Klasik inilah yang menjadi dasar perkembangan Ilmu Ekonomi
micro (microeconomics). Pandangan Adam Smith pada tahun-tahun tersebut menjadi
acuan bagi hampir setiap pemikiran-pemikiran Ekonomi, Sehingga Adam Smith
dikenal dengan Bapak Ilmu Ekonomi.


            Masalah
ekonomi yang terjadi pada tahun 1930-an berupa depresi besar yang melanda dunia
melahirkan Ekonomi baru yaitu John Meynard Keines dengan bukunya General
Therory of Employment, interest and Money
yang kemudian menjadi dasar
perkembangan teori Ekonomi Makro..


Jika Ekonomi klasik 
berdasar pada   bekerjanya pasar
persaingan maka kelompok keynesian perlunya campr tangan pemerintah dalam
kegiatan perekonomian.


 Berikut adalah perbedaan antara dasar
pemikiran menurut klasik dan keynes.


A.    
Dasar pemikiran menurut klasik


a)     
Tidak perlu campur tangan pemerintah dalam kegiatan
perekonomian


b)     
kalaupun ada campur tangan pemerintah, maka kegiatan
pemerintah hanya dibatasi pada  :  


·        
pertahanan dan kemampuan


·        
Hukum dan Peradilan


·        
Penyelidikan prasarana umum yang tidak dapat disediakan
oleh swasta





B.    
Dasar Pemikiran menurut Keynes


a)     
Perlu adanya campur tangan pemerintah dalam kegiatan
perekonomian.


b)     
campur tangan itu bertujuan mengatasi penyakit Ekonomi
yaitu:


·        
pengangguran


·        
pertumbuhan Ekonomi



Dikutip dari Buku Pengantar Ekonomi Makro (Suparmo, SE.,
M.Si) ©Tetap Belajar





.




Minggu, 13 Oktober 2013

Mengenal Beberapa jenis Meta Tag content

Meta Tag adalah elemen atau tag dalam bahasa pemrograman HTML atau XHTML yang berfungsi sebagai penyampai informasi metadata dari sebuah halaman web.Meta Tag Harus diletakan pada bagian Head.

Berikut ini Ada contoh-contoh meta tag dan cara pemasangan meta tag pada blogger.













  1. Meta Tag Deskripsi



  2. Meta Description adalah suatu elemen html atau xhtml yang berfungsi memberikan garis besar isi halaman web atau mendeskripsikan suatu blog/web. Meta Tag Description biasanya sebuah Kalimat. Contoh penulisannya adalah seperti berikut :  <meta content='Belajar SEO Blogspot, Teknik SEO Blogspot, Blog SEO Tips, SEO Friendly Blogger Template' name='DESCRIPTION'/>

  3. Meta tag Keyword



  4. Meta Keywords (Kata Kunci) adalah Tag html/xhtml yang diciptakan sebagai penjelas isi dari halaman web melalui beberapa kata. Keyword adalah kata kunci yang di pakai oleh search engine seperti google dan Bing. Perlu kita ketahui kalau membuat keyword pada blog kita jangan melewati tujuh (7) kata karena google akan menganggap spam. contoh penulisan Meta Tag keyword adalah seperti Berikut:  <meta content='keywords1, keywords2, trik blog, keywords3' name='Keywords'/>

  5. Meta Tag Robot



  6. Meta Tag Robot adalah Tag yang bisa memberikan informasi kepada Mesin pencari (search engineapakah mesin pencari tersebut boleh atau tidak untuk mengatur, mencegah dan membolehkan menelusuri isi blog/web kita. Contoh Penulisan meta Tag robot adalah seperti berikut :

  7. Meta Tag Parse


    Meta tag parse adalah meta tag yang berguna untuk mengurai string HTML dan membuat daftar Html Meta objek. Penulisan Meta Tag Parse adalah seperti Berikut :

  8. <meta content='true' name='MSSmartTagsPreventParsing'/>

  9. Meta Tag HTML



  10. Meta Tag HTML adalah meta yang Berfungsi menjelaskan isi dari jenis kode HTML dalam tubuh blog/web. Pada umumnya adalah berjenis Utf-8 dan berikut adalah kodenya:                             <meta content='text/html; charset=UTF-8' http-equiv='Content-Type'/>

  11. Meta Tag Language



  12. Meta Tag Laguage (bahasa) adalah meta yang berfungsi mendefinisikan bahasa yang dipakai pada blog/web kita. misalnya : <meta content='id' name='language'/>. Meta Tersebut mendefiniskan kalau blog kita berbahasa Indonesia.

  13. Meta Tag Geo Country



  14. Menjelaskan letak atau nama sebuah negara asal sebuah blog. Masih menggunakan kode sebuah negara, misal Indonesia dengan "id". Berikut ini kodenya : <meta content='id' name='geo.country'/>

  15. Meta Tag Geo Palacement




  16. Meta Tag Geo Palacement
    adalah meta yang mendefinisikan letak geografis, sebenarnya sama seperti meta Tag Geo Country tapi penulisnannya beda berikut adalah cara penulisannya : <meta content='Indonesia' name='geo.placename'/>

  17. Meta Tag Revisit After




  18. Meta Tag Revisit After
    adalah Meta tag ini yang menjelaskan seberapa sering blog ingin dikunjungi oleh mesin pencari. Cara Penulisannya adalah seperti berikut: <meta content='2 days' name='revisit-after'/>

  19. Meta Tag Author




  20. Meta Tag Author
    adalah Meta tag yang menjelaskan nama dari penulis atau pemilik blog tersebut. cara penulisnnya adalah seperti berkut: <meta content='nama Anda' name='author'/>. Nama anda bisa diganti sesuai keinginan anda atau bisa saja anda tulis judul blog anda atau keywords blog anda.

  21. Meta Tag Generator




  22. Meta Tag Generator
    adalah Meta tag yang menjelaskan atau membuat search engine mengenal kalau web blog anda terbuat dari platform apa?. Jika anda pengguna blogger maka yang anda tulis meta tagnya adalah sebagai berikut : <meta content='blogger' name='generator'/>

    Tag tesebut adalah tag Standard pada blogger yang mutlak harus ada jika blog anda Lebih SEO Friendly. Ada Beberapa meta tag lainnya juga sangat penting seperti meta tag dari alexa, googlewebmaster, bingwebmaster, dll yang bisa anda pasang pada blog anda sesuai yang diberikan oleh webmaster-webmaster tersebut.

Rabu, 09 Oktober 2013

Metode Pemberian Tugas dalam belajar mengajar


Pengertian Metode Pemberian Tugas



Menurut Roestiyah teknik pemberian tugas memiliki tujuan agar siswa menghasilkan hasil belajar yang lebih mantap, karena siswa melaksanakan latihan-latihan selama melakukan tugas, sehingga pengalaman siswa

dalam mempelajari sesuatu menjadi lebih terintegrasi. 


Jadi Pengertian Pengertian Metode Tugas adalah suatu metode mengajar yang diterapkan dalam proses belajar mengajar, yang biasa disebut dengan metode pemberian tugas.





Kelebihan dan Kelemahan Metode Pemberian Tugas




  • Kelebihan Metode Pemberian Tugas



Adapun yang menjadi kelebihan metode pemberian tugas  diantaranya adalah Metode ini merupakan aplikasi pengajaran modern disebut juga azas aktivitas dalam mengajar yaitu guru mengajar harus merangsang siswa agar melakukan berbagai aktivitas sehubungan dengan apa yang dipelajari, sehingga  metode pemberian tugas bisa,


  1. Mengembangkan kreativitas siswa

  2. Memupuk rasa percaya diri sendiri

  3. Mengembangkan pola berfikir dan ketrampilan anak.

  4. Mendorong belajar, sehingga tidak cepat bosan

  5. Membina tanggung jawab dan disiplin siswa.

  6. Membina kebiasaan siswa untuk mencari, mengolah menginformasikan dan dan mengkomunikasikan sendiri.




  • Kelemahan Metode Pemberian Tugas




  1. Sulit untuk dapat memenuhi pemberian tugas

  2. Tugas tersebut sulit dikontrol guru kemungkinan tugas itu dikerjakan oleh orang lain yang lebih ahli dari siswa.

  3. Dapat menurunkan minat belajar siswa kalau tugas terlalu sulit

  4. Pemberian tugas terlalu sering dan banyak, akan dapat menimbulkan keluhan siswa,

  5. Khusus tugas kelompok juga sulit untuk dinilai siapa yang aktif.

  6. Pemberian tugas yangmonoton dapat menimbulkan kebosanan siswa apabila terlalu sering.©Tetap Belajar





Metode Diskusi pada kegiatan belajar mengajar


Pengertian Lengkap Metode Diskusi



Metode diskusi adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan penyajian materi melalui pemecahan masalah, atau analisis sistem produk teknologi yang pemecahannya sangat terbuka.

Suatu diskusi dinilai menunjang keaktifan siswa bila diskusi itu melibatkan semua anggota diskusi dan menghasilkan suatu pemecahan masalah.

Metode diskusi adalah suatu cara mengajar yang dicirikan oleh suatu keterikatan pada suatu topik atau pokok pernyataan atau problem dimana para peserta diskusi dengan jujur berusaha untuk mencapai atau memperoleh suatu keputusan atau pendapat yang disepakati bersama.




Kelebihan dan Kelemahan Metode Diskusi





  • Kelebihan Metode diskusi



Adapun yang menjadi kelebihan dari Metode diskusi diantaranya:


  1. Membina siswa untuk berpikir matang-matang sebelum berbicara.

  2. Mendidik siswa untuk belajar mengemukakan pikiran atau pendapat.

  3. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh penjelasan-penjelasan dari berbagai sumber data.

  4. Dengan mendengarkan semua keterangan yang dikemukakan oleh pembicara, pengetahuan dan pandangan siswa mengenai suatu masalah (problem) akan bertambah luas.

  5. Melatih siswa untuk berdiskusi dengan baik di bawah asuhan guru.

  6. Merangsang/memberi semangat kepada siswa untuk ikut mengemukakan pendapat sendiri, menyetujui atau menentang pendapat teman-temannya.

  7. Memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati pembaharuan suatu problem bersama-sama.

  8. Mengembangkan rasa solidaritas/toleransi terhadap pendapat yang bervariasi atau mungkin bertentangan sama sekali.

  9. Membina suatu perasaan tanggung jawab mengenai suatu pendapat, kesimpulan, atau keputusan yang akan atau telah diambil.

  10. Berdiskusi bukan hanya menuntut pengetahuan, siap dan kefasihan berbicara saja tetapi juga menuntut kemampuan berbicara secara sistematis dan logis.








  • Kelemahan metode Diskusi



Adapun yang menjadi Kelemahan dari metode Diskusi diantaranya:


  1. Pembicaraan dalam diskusi mungkin didominasi oleh siswa yang berani dan telah biasa berbicara. Siswa pemalu dan pendiam tidak akan menggunakan kesempatan untuk berbicara.

  2. Dalam sebuah kelas tidak semua siswa berani untuk menyatakan pendapat sehingga waktu akan terbuang karena menunggu siswa mengemukakan pendapat.

  3. Diskusi yang mendalam memerlukan banyak waktu.

  4. Sulit untuk menentukan batas luas atau kedalaman suatu uraian diskusi.

  5. Tidak semua topik dapat dijadikan metode diskusi hanya hal-hal yang bersifat problematis saja yang dapat didiskusikan.

  6. Memungkinkan timbulnya rasa permusuhan antarkelompok atau menganggap kelompoknya sendiri lebih pandai dan serba tahu daripada kelompok lain atau menganggap kelompok lain sebagai saingan, lebih rendah, remeh atau lebih bodoh.



Jadi untuk mengatasi kelemahan dari metode Diskusi adalah Guru harus mengambil alih pada saat jam pelajaran hampir selesai dan menenangkan siswa kalau ini hanyalah untuk melatih bagamaina cara siswa untuk berdiskusi dan saling memberikan pendapat/masukan pada Diskusi yang sesunggunya dalam hal ini jika sudah berbaur dengan masyarakat. Guru hendaknya bisa membuat suswa tertawa atau adanya humor agar ketegangan siswa setelah perdebatan dalam diskusi itu dianggap hanyalah pelatihan semata.©Tetap Belajar


Senin, 07 Oktober 2013

Pengertian metode tanya jawab dalam proses belajar

Untuk mengetahui pengertian metode tanya jawab kita harus mengetahui pengertian metode terlebih dahulu.

Metode adalah

cara yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan (Suryosubroto; 1995:149).

Sedangkan Menurut Rusyan (1996:3), metode merupakan suatu tata cara untuk melakukan kegiatan dalam rangka mencapai tujuan tertentu, maka dengan demikian metode pembelajaran adalah suatu tata cara yang berhubungan erat dengan pelaksanaan proses pembelajaran.

Metode adalah cara guru menyampaikan materi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan (Suprayekti; 2003:13).


Dari beberapa pengertian tersebut, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu cara yang digunakan guru dalam interaksi dengan peserta didik pada saat proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Metode pembelajaran yang digunakan membawa pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap pencapaian hasil yang diharapkan, baik berupa perubahan pengetahuan, perilaku dan keterampilan. Oleh karena itu, metode pembelajaran memegang peranan penting dan merupakan satu kunci keberhasilan proses belajar mengajar yang diselenggarakan.Kualitas belajar peserta didik dapat dicapai dengan menggunakan metode pembelajaran yang efektif, karena metode pembelajaran merupakan salah satu faktor yang mendukung terhadap keberhasilan belajar di samping faktor-faktor lainnya, seperti bahan pelajaran, kondisi belajar dan lain sebagainya.



Metode tanya jawab adalah suatu cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa tetapi dapat pula dari siswa kepada guru (Sudirman; 1992:199).

Metode tanya jawab dapat pula diartikan sebagai suatu cara untuk menyampaikan bahan pelajaran dalam bentuk pertanyaan dari guru yang harus dijawab oleh siswa (Depdikbud; 1994/1995:5).

Moedjiono dan Dimyati (1991/1992:41) mengungkapkan bahwa metode tanya jawab dapat pula diartikan sebagai format interaksi antara guru-siswa melalui kegiatan bertanya yang dilakukan oleh guru untuk mendapatkan respons lisan dari siswa, sehingga dapat menumbuhkan pengetahuan guru pada diri siswa.

Menurut pendapat Rusyan (1996:7), metode tanya jawab merupakan salah satu cara panyampaian pelajaran kepada siswa dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa apabila ada pertanyaan dari guru atau sebaliknya.


Dari beberapa pernyataan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa metode tanya jawab adalah cara penyajian bahan pelajaran dalam proses pembelajaran yang berbentuk pertanyaan yang harus dijawab, sehingga terjadi interaksi dua arah antara guru danpeserta didikuntuk memperoleh pengalaman guru pada peserta didik.

Tujuan utama penggunaan metode tanya jawab adalah agar peserta didik lebih termotivasi untuk belajar selama proses pembelajaran, sehingga baik guru atau peserta didik (siswa) sama-sama aktif dalam proses pembelajaran.©Tetap Belajar
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com